Sebagai pengelola website atau web developer, melihat grafik lalu lintas (traffic) melonjak tajam di dasbor analitik tentu bisa memicu dua perasaan yang bertolak belakang: senang karena mengira situs mendapat banyak pengunjung baru, atau was-was karena mencurigai adanya serangan cyber.
Baru-baru ini, saya mendapati lonjakan traffic yang tidak biasa pada subdomain cdn.kiki.my.id melalui dasbor Cloudflare Analytics. Setelah menelusuri data analitik dan log request secara mendalam, terungkap bahwa situs sedang menjadi sasaran pemindaian otomatis oleh Automated Vulnerability Scanner yang berburu file sensitif.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai temuan tersebut, cara kerja bot pemindai, serta langkah-langkah memitigasinya.
1. Menganalisis Lonjakan Traffic (Traffic Spike)
Pada dasbor utama Cloudflare dalam rentang waktu 30 hari terakhir, tercatat total 41.660 request.

Dari grafik di atas, ada beberapa poin penting yang patut dicermati:
- Uncached Requests yang Sangat Tinggi: Dari total 41.66k request, sebanyak 41.26k request (99%) berstatus Uncached Requests (tidak terlayani oleh cache CDN), sedangkan request yang ter-cache hanya 405 request.
- Lonjakan Ekstrem dalam 24 Jam: Pada tanggal 14-15 Juli 2026, terjadi lonjakan fantastis mencapai 12.330 request dalam kurun waktu 24 jam.
Mengapa Uncached Traffic Sangat Tinggi?
Ketika pengunjung manusia menjelajahi situs web, mereka umumnya meminta berkas statis (seperti gambar, CSS, JS) yang dengan mudah disimpan di CDN Cloudflare (Cached). Namun, bot pemindai otomatis (scanner bot) biasanya mengirimkan request acak ke jalur (path) URL unik yang tidak pernah ada sebelumnya. Akibatnya, Cloudflare terus meneruskan request tersebut langsung ke origin server (Uncached), yang berpotensi membebani server backend jika jumlahnya masif.
2. Peta Geografis dan Negara Asal Traffic
Selanjutnya, mari kita cermati dari mana asal negara yang mengirimkan puluhan ribu request tersebut melalui peta sebaran traffic dan daftar negara teratas.


Berdasarkan data statistik lima negara teratas:
- Perancis (France): 18.230 request
- Belanda (Netherlands): 6.164 request
- Amerika Serikat (United States): 6.151 request
- Brasil (Brazil): 2.835 request
- Singapura (Singapore): 1.864 request
Mengapa Traffic Terbanyak Berasal dari Perancis & Eropa?
Angka 18.230 request dari Perancis bukan berarti ada ribuan orang di Perancis yang sedang membaca blog ini. Di dunia cybersecurity, ini adalah indikator kuat penggunaan Data Center / Hosting Provider berbiaya murah (seperti OVHcloud, Hetzner, atau Scaleway yang berlokasi di Perancis/Belanda) yang disewa oleh peretas atau script kiddie untuk menjalankan automated bot scanner secara nonstop.
3. Membedah Access Log: Bukti Serangan Bot Reconnaissance
Bukti paling mutlak terungkap ketika kita memeriksa log rincian transaksi HTTP request pada Cloudflare:

Perhatikan aktivitas dari alamat Source IP: 45.148.10.244 yang menembak host cdn.kiki.my.id pada tanggal 25 Juli 2026 pukul 18:00:28 - 18:00:35 GMT+7:
Hanya dalam rentang waktu 7 detik, alamat IP tersebut mengirimkan belasan request ke path sensitif berikut:
/.envrc/env/env/.env/core/.env/config/app.php/src/.env/env.example/.env.prod/phpinfo.php3
Apa yang Sedang Dicari oleh Bot Pemindai Ini?
- Berkas Konfigurasi Lingkungan (
.env,.env.prod,core/.env): Berkas.envbiasanya menyimpan rahasia paling vital dari sebuah aplikasi web, seperti:- Kredensial Database (
DB_PASSWORD,DB_USERNAME) - API Keys (Stripe, Midtrans, OpenAI, SendGrid)
- Secret Key JWT / Session Cookie
- Kredensial AWS S3 Bucket
Jika file
.envini secara tidak sengaja terakses oleh publik, peretas dapat mengambil alih seluruh database dan infrastruktur cloud dalam hitungan menit! - Kredensial Database (
- Berkas
phpinfo.php3danconfig/app.php: Bot mencoba mendeteksi versi PHP yang digunakan, ekstensi yang aktif, serta konfigurasi server untuk mencari tahu apakah ada celah keamanan (vulnerability) bertipe Known Exploit (CVE) yang bisa dieksploitasi.
4. Langkah-Langkah Pengamanan dan Mitigasi
Jika website Anda mengalami hal serupa, jangan panik. Berikut adalah langkah praktis untuk mengamankan server dan situs web Anda:
A. Blokir Akses File Sensitif via Web Server (Nginx / Apache)
Pastikan web server Anda secara tegas menolak (block) semua request yang mencoba mengakses file berawalan titik (.env, .git, .htaccess).
Aturan pada Nginx (nginx.conf):
# Blokir semua akses ke berkas .env dan berkas tersembunyi lainnya
location ~ /\. {
deny all;
return 404;
}
location ~* \.(env|envrc|log|config)$ {
deny all;
return 404;
}
B. Konfigurasi Cloudflare WAF (Web Application Firewall)
Anda dapat membuat Custom WAF Rule di Cloudflare untuk memblokir request ke file sensitif sebelum mencapai origin server:
- Masuk ke dasbor Cloudflare > Security > WAF > Custom Rules.
- Buat rule baru:
- Expression:
(http.request.uri.path contains ".env") or (http.request.uri.path contains "phpinfo") - Action: Block atau Managed Challenge.
- Expression:
C. Aktifkan Cloudflare Bot Management & Security Level
- Ubah Security Level di Cloudflare menjadi High atau aktifkan Bot Fight Mode.
- Jika serangan request sangat tinggi hingga mengganggu kinerja server, aktifkan fitur Under Attack Mode sementara waktu.
D. Blokir IP / Subnet Bermasalah
Jika ada IP spesifik seperti 45.148.10.244 yang terus-menerus melakukan abusive scanning, tambahkan IP tersebut ke dalam IP Access Rules Cloudflare dengan tindakan Block.
E. Terapkan Environment Isolation yang Benar
Jangan pernah meletakkan file .env di dalam folder public root web server (public_html atau /var/www/html). File .env harus diletakkan satu tingkat di luar folder publik agar tidak dapat diakses langsung via URL browser.
Kesimpulan
Setiap website di internet—baik blog pribadi maupun situs perusahaan besar—secara konstan dites dan dipindai oleh automated bot dari berbagai belahan dunia. Lonjakan traffic sebesar 41.66k request dengan pola uncached dan pencarian path .env adalah bukti nyata aktivitas reconnaissance scanner.
Dengan memanfaatkan fitur analitik dan keamanan dari Cloudflare, serta menerapkan proteksi berlapis pada web server, kita dapat mendeteksi dan menghentikan potensi bahaya keamanan siber sejak dini.
Kiki/🎮🍉⌨️🍩💻
Apa Itu WITH (NOLOCK) pada SQL Server dan Kapan Harus Menggunakannya?