Saya merasa senang saat menulis dan mengedit content ini & saya ingin share dashboard untuk kelola banyak project disatu site: github.com/kikuKeii/native-ls
Sebagai seorang developer, fokus utama sehari-hari saya adalah PHP beserta ekosistem framework-nya. Namun, tidak jarang saya juga harus menangani integrasi microservices yang membutuhkan environment tools berbeda.
Selama 6 bulan terakhir menggunakan FlyEnv, proses setup environment terasa jauh lebih praktis. Saya bisa menginstal atau menghapus berbagai tools pendukung kapan saja sesuai kebutuhan proyek tanpa ribet. FlyEnv sangat membantu efisiensi kerja karena menyediakan semuanya dalam satu tempat: mulai dari web server, runtime bahasa pemrograman, database server, object storage, hingga tools pendukung lainnya.
Nah, berikut beberapa tips dari saya agar penggunaan FlyEnv bisa makin optimal:
1. Optimalkan Alokasi Host & Domain Lokal
Gunakan fitur virtual host di FlyEnv untuk memetakan setiap proyek ke domain lokal tersendiri (contoh: app1.test, app2.test).
2. Standardisasi Versi Runtime & Database
Tentukan versi PHP, Node.js, atau MariaDB/MySQL standar yang paling sering digunakan. Aktifkan versi tersebut sebagai default di FlyEnv agar proyek baru bisa langsung berjalan tanpa perlu konfigurasi dari awal.
3. Manfaatkan Isolasi / Switching Versi per Proyek
Untuk site legacy atau microservice yang membutuhkan runtime berbeda, manfaatkan fitur alias agar konfigurasi tetap rapi dan tidak bentrok.
4. Sentralisasi Service Pendukung (Redis & Object Storage)
Cukup jalankan satu instance service pendukung seperti Redis atau MinIO (object storage) untuk melayani banyak site sekaligus. Gunakan prefix database atau nama bucket yang berbeda untuk tiap proyek agar data tidak saling menimpa.
5. Pengelompokan Port & Pembersihan Service Pasif
Atur rentang port secara terstruktur jika ada service yang harus diakses lewat port spesifik. Selain itu, matikan service atau runtime yang sedang tidak dipakai agar penggunaan CPU dan RAM laptop tetap hemat.
Bonus: Dashboard Project Buatan Saya Sendiri
Khusus poin pertama, awalnya saya merasa agak terbatas dengan limit site yang ada di FlyEnv untuk pengguna unlicensed. Karena iseng (dan sedikit frustrasi), saya akhirnya membuat dashboard project sendiri untuk membantu navigasi site.
Bagi yang membutuhkan, saya bagikan repository-nya di sini: github.com/kikuKeii/native-ls
Cara Penggunaan
1. Unduh (Download) file ZIP dari repository tersebut.

2. Extract, lalu salin (copy) file index.php dan folder native-ls.

3. Buka FlyEnv, cari site yang sudah kamu buat, lalu buka folder direktorinya.

4. Tempel (paste) file tadi di sana, lalu akses site kamu melalui browser.





Tapi kalau kamu ingin punya license FlyEnv, bisa langsung buka website-nya untuk bagaimana cara mendapatkannya: https://flyenv.com/license.html
Terima kasih sudah membaca & Semoga Bermanfaat.
Kiki/🎮🍉⌨️🍩💻
Membuat RESTful API dengan Express.js: Panduan Lengkap