tutorial, jekyll,

Perbedaan Jekyll vs Hugo vs Gatsby: Mana yang Cocok untuk Kamu?

Kiki/🎮🍉⌨️🍩💻 Kiki/🎮🍉⌨️🍩💻 Jul 31, 2026 · 3 mins read
Perbedaan Jekyll vs Hugo vs Gatsby: Mana yang Cocok untuk Kamu?
Share this

Sudah memutuskan ingin menggunakan Static Site Generator, tapi bingung pilih yang mana? Tiga nama yang paling sering muncul adalah Jekyll, Hugo, dan Gatsby. Ketiganya bisa menghasilkan situs statis yang cepat, tapi punya karakter, keunggulan, dan kekurangan masing-masing yang cukup berbeda.

Di artikel ini kita akan bedah ketiganya secara jujur supaya kamu bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan.


Sekilas tentang Ketiganya

Jekyll

Jekyll adalah SSG tertua dari ketiganya, dibuat oleh Tom Preston-Werner (salah satu co-founder GitHub) pada tahun 2008. Ditulis dalam bahasa Ruby, Jekyll menjadi pilihan default untuk GitHub Pages.

Hugo

Hugo diluncurkan pada 2013, ditulis dalam bahasa Go. Dikenal sebagai SSG tercepat di dunia — mampu membangun ribuan halaman dalam hitungan detik.

Gatsby

Gatsby lahir pada 2015, dibangun di atas React dan GraphQL. Bukan sekadar SSG biasa, Gatsby lebih cocok disebut sebagai framework untuk membangun web modern dengan data dari berbagai sumber.


Perbandingan Lengkap

Fitur Jekyll Hugo Gatsby
Bahasa Ruby Go JavaScript / React
Kecepatan Build Lambat (ribuan post = menit) Sangat Cepat (ms per halaman) Sedang
Kurva Belajar Rendah Sedang Tinggi
Templating Liquid Go Templates JSX / React
GitHub Pages Native ✅ Ya ❌ Butuh CI/CD ❌ Butuh CI/CD
Plugin Ekosistem Sedang Sedang Sangat Besar (npm)
Data dari API/CMS Terbatas Terbatas ✅ Sangat Fleksibel
Cocok untuk Pemula Sedang

Jekyll — Si Veteran yang Andal

Keunggulan

  • Integrasi GitHub Pages paling mulus — push ke repo, situs langsung live tanpa konfigurasi tambahan
  • Liquid templating mudah dipelajari bahkan oleh non-programmer
  • Dokumentasi matang, komunitas besar, banyak tema gratis
  • Cocok untuk blog, dokumentasi, dan portofolio sederhana

Kekurangan

  • Build lambat untuk situs dengan banyak konten (ratusan artikel ke atas mulai terasa)
  • Membutuhkan Ruby dan Bundler di mesin lokal
  • Plugin terbatas dibanding ekosistem npm

Cocok untuk

Blogger individu, developer yang ingin deploy cepat ke GitHub Pages, situs dokumentasi proyek open source.


Hugo — Mesin Balap SSG

Keunggulan

  • Build tercepat — 1000 halaman bisa selesai dalam di bawah 1 detik
  • Binary tunggal, tidak perlu install runtime tambahan
  • Fitur bawaan lengkap: i18n, taxonomy, image processing, shortcodes
  • Cocok untuk situs dengan konten sangat banyak

Kekurangan

  • Go Templates memiliki sintaks yang tidak intuitif dan lebih sulit dipelajari dibanding Liquid
  • Ekosistem tema lebih kecil dibanding Jekyll
  • Tidak ada native support GitHub Pages (butuh GitHub Actions atau Netlify)

Cocok untuk

Situs dengan ribuan halaman, portal berita, dokumentasi besar, developer yang familiar dengan tooling Go.


Gatsby — Framework Web Modern

Keunggulan

  • Data layer GraphQL yang powerful — bisa menarik konten dari CMS headless, API, database, atau Markdown sekaligus
  • Ekosistem plugin npm yang sangat besar
  • Optimasi gambar otomatis, code splitting, lazy loading bawaan
  • Cocok untuk membangun pengalaman web yang kaya dan interaktif

Kekurangan

  • Kurva belajar tinggi — perlu paham React, GraphQL, dan Node.js
  • Build bisa sangat lambat untuk situs besar
  • Overkill untuk blog sederhana
  • Gatsby Inc. sempat mengalami gejolak perusahaan, migrasi ke Netlify

Cocok untuk

Developer React berpengalaman, situs yang butuh data dari banyak sumber, e-commerce statis, web app hybrid.


Kapan Pilih Masing-masing?

Pilih Jekyll jika:

  • Kamu ingin deploy ke GitHub Pages tanpa konfigurasi ekstra
  • Kamu baru mulai belajar SSG
  • Situs kamu relatif sederhana (blog, portofolio, dokumentasi)

Pilih Hugo jika:

  • Kamu punya ratusan atau ribuan artikel
  • Kecepatan build adalah prioritas utama
  • Kamu tidak suka bergantung pada ekosistem Node.js atau Ruby

Pilih Gatsby jika:

  • Kamu sudah familiar dengan React
  • Kamu butuh integrasi dengan headless CMS (Contentful, Sanity, Strapi)
  • Kamu membangun situs yang lebih dari sekadar blog statis

Kesimpulan

Tidak ada yang “terbaik” secara mutlak — semuanya tergantung konteks. Untuk pemula yang ingin langsung punya blog online tanpa ribet, Jekyll tetap menjadi pilihan paling mudah dan cepat. Untuk proyek skala besar dengan performa build kritis, Hugo tak tertandingi. Dan untuk web modern dengan data kompleks, Gatsby adalah jawabannya.

Blog ini sendiri dibangun dengan Jekyll — bukti nyata bahwa untuk kebutuhan blogging sehari-hari, Jekyll lebih dari cukup.

Kiki/🎮🍉⌨️🍩💻
Written by Kiki/🎮🍉⌨️🍩💻
hello I'm friend K.